www.marketing.co.id – Ketika Blackberry menggulung Nokia Communicator sepertinya berlangsung dengan cukup cepat. Nampaknya, ini tidak akan terulang  pada pertandingan berikutnya, dengan penantang  Android. Pertarungan antara Blackberry dan Android sepertiya akan panjang dan berdarah-darah. Sebab keduanya memiliki  keunggulan  dan kekurangan masing-masing.

Keduanya sudah saling mempersiapkan diri untuk bertarung. Meski saat ini BB menjadi favorit, tidak tertutup kemungkinan akan digantikan oleh Android. Kemungkinan paling besar adalah keduanya pada akhirnya menemukan pasar masing-masing. Dengan begitu, konsumenlah yang akan diuntungkan karena memiliki pilihan, baik dalam fungsi maupun harga.

Untuk lebih jelasnya, berikut petikan wawancara dengan G. Hidayat Tjokrodjojo, Ketua Masyarakat Telematika (MASTEL) dan Ketua Pengurus Yayasan APKOMINDO Indonesia.

Bagaimana peta persaingan antara BlackBerry dan Android saat ni?

Saya tidak tahu angka tepatnya, tapi secara value transaksi rupiah, saya memperkirakan BB jauh di atas Android. BB juga masih memberi keuntungan bagi pemasok, provider, maupun penjual ritelnya dibanding Android.

Apa yang menjadi keunggulan Android dibanding Blackberry?

Android punya keunggulan sebagai “open dan free” serta keunggulan teknis untuk browsing internet dan sangat mengandalkan komunikasi internet.

Payahnya, fasilitas jaringan internet masih tidak bagus di Indonesia, sehingga keunggulan Android tidak dapat dinikmati. Namun, kalau nanti provider seluler sudah mampu meningkatkan kualitas internet, pasti Android lebih diunggulkan.

Apa saja kelemahan  yang masih dimiliki Android?

Sebenarnya kelemahan Android adalah karena infrastruktur jaringan internet yang kurang baik di Indonesia. Tapi ingat, di Indonesia, masyarakat hanya menerima satu produk dan kemudian tetap memilih produk kesukaannya. Produk yang lebih unggul mudah menggantikan posisi produk yang disukai. Seperti BB yang menggantikan Nokia Communicator yang dulu juga pernah jadi produk favorit. Tapi, apakah BB juga akan dijungkirkan oleh Android, masih belum bisa dipastikan. Karena, keadaan saat ini ternyata beda dengan analisis teknis, harga, dan lain-lainnya, pada waktu BB menggeser Nokia Communicator.

Apalagi, kini BB sudah dipakai lebih banyak orang. Komunitas masing-masing, misalnya rekan-rekan sekantor, sudah lebih suka ber-BB, termasuk chat di BBM dan fasilitas lainnya.

Apa saja strategi yang dilakukan keduanya dalam meraih pasar?

Android akan berusaha masuk dengan harga yang sangat terjangkau. Berupaya agar ada aplikasi chat dengan BB. Sehingga, pemakai Android bisa ber-chat dengan pemakai BB. Selain itu, sangat tergantung dengan cara provider menetapkan harga biaya koneksi internet bagi ponsel Android.

Apakah keberadaan Android sudah mengganggu pasar BlackBerry?

Saat ini BB tidak merasa terganggu di Indonesia. Ini nikmatnya jadi produk favorit di Indonesia.

Apa saja yang perlu dilakukan BlackBerry untuk meredam Android?

BlackBerry sudah melakukan pembuatan produk-produk BB baru yang semakin naik fiturnya dan yang semakin murah. Kemudian, penerapan harga juga sudah menyasar hampir semua kelompok. Terlihat dari banyaknya orang yang sudah memakai BB saat ini.

Sejauh mana persaingan tersebut berpengaruh pada para operator seluler?

Rasanya bagi operator akan semakin tersudut untuk memberi pelayanan akses internet, lebih dari akses call telepon suara dan sms. Tanpa fasilitas bandwidth internet yang cukup besar, baik BB dan Android menjadi tidak optimal.

Apa dampak persaingan ini pada konsumen? Menguntungkan atau tidak?

Konsumen selalu diuntungkan bila ada kompetisi yang sehat. Kesempatan memilih. Produk semakin bagus kualitasnya, harga semakin murah.

Bagaimana prospek dari persaingan ini, siapa yang akan menjadi pemenang?

Tak dapat diduga saat ini. Karena kalau di Indonesia tiba-tiba ada produk favorit lain, maka produk yang sudah selangit, langsung terpuruk. Seperti halnya Nokia Communicator. (Ign. Eko Adiwaluyo/DM)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.